Tapi ketika menengadah menatap wajahnya, kulihat bola matanya berbinar-binar menunggu jawabanku.“Saya suka kaki Mbak. Jangan ada setetes pun yang tersisa! Simontok Lendir yang hanya segumpal kecil, hangat, kecut, yang mengalir membasahi kerongkonganku. Aku menengadah. Wajahku menengadah. Kenyal. Sebagai atasan baru, ia sering memanggilku ke ruang kerjanya untuk menjelaskan overbudget yang terjadi pada bulan sebelumnya, atau untuk menjelaskan laporan mingguan yang kubuat.Aku sendiri sudah termasuk staf senior. Sangat kontras dengan warna kulitnya. Tapi ia menepis tanganku.“Hanya lidah, Jhony! Tapi mataku selalu terbentur dalam kegelapan.Andai saja roknya tersingkap lebih tinggi dan kedua lututnya lebih terbuka, tentu akan dapat kupastikan apakah bulu-bulu halus yang tumbuh di lengannya juga tumbuh di sepanjang paha hingga ke pangkalnya.




















