Mengelap peju ahmad di tetekku dengan leggingku.Ahmad bangun dari duduknya dan membantuku berpakaian, kekagumanya belum habis pada tubuhku, pantat,
tetek, memiaw ( yang belum waktunya dia rasakan ) semua dia raba dan pegang. Sial bandot tua ini. Simontok Dan aku tau pasti itu, karna itulah aku tak
segan berbagi dengan tiap mata orang-orang yang memandangku. tapi kalo ujan deras
ya cukup membuatku basah kalo naik motor pulang. “Wah makasi pak…., tapi saya bukan cewek murahan lo hanya karna saya g sengaja berdandan gini ( padahal
sengaja )”, tegasku. “maklum ujan “ kata pak abdul. Matanya g berhenti melihat tetekku dan seolah pengen meremasnya dan menjilat
putingnya yang tegak karna aku mulai kedinginan.Aku duduk di dekat mesin besin“kok




















