Betisnya mulus ditumbuhi bulu-bulu halus. Bokeb Lalu pijitan turun ke bawah. Aku pun segan memulai cerita.Dipijat seperti ini lebih nikmat diam meresapi remasan, sentuhan kulitnya. Sopir menepikan kendaraan persis di depan sebuah salon.Aku perhatikan ia sejak bangkit hingga turun. Si Junior tiba-tiba juga ikut-ikutan ciut. Hap.“Mau pijit lagi..?” ujar suara wanita muda yang kemarin menuntunku menuju ruang pijat.“Ya.”Lalu aku menuju ruang yang kemarin. Lalu asyik membuka tabloid. Tapi tidak apa-apa toh tipuan ini membimbingku ke ‘alam’ lain.Dulu aku paling anti masuk salon. Ah sial. Tapi ia dingin sekali. Aku terlambat setengah jam.Padahal, wajah wanita setengah baya yang di lehernya ada keringat sudah terbayang. Shit! Auhh aku mau keluar ah.., Yang tolloong..!” dia




















