“Ga perlu nangis…”, kata pria yang menindihku, “Kita kan senang-senang”, lanjutnya. Sedangkan pria lain juga ada yang meraba-raba bagian vaginaku. Bokep India Kemudian ia membelai rambutku yang hitam nan panjang, “Alex bilang namamu Madona ya?”, tanyanya, lalu mendekatkan wajahnya ke wajahku. “Iya, kami patungan”, jawab salah satu pria. “Lepaskan aku…”, pintaku sambil menendangkan kakiku. “Harum…”, kata pria itu. Ini bukan karena aku sengaja, aku demam, aku sudah membalas sms nya tapi ia tidak mau mengerti. Sudah enam penis masuk ke vaginaku bergantian, mereka seperti belum puas dan kembali bergiliran lagi. Alex mengancamku dengan menculik Chelsea, anakku, ia bisa saja membunuh Chelsea bila aku tidak menuruti maunya.




















