Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku. Bokep Aku pun hanya bisa tertawa, aku pun menetujuinya. “Mulai saat ini, aku-lah yang akan merawat dan mengurus Maria. Kamu itu perempuan apa??!! Ayo, aku temani kamu sampai kamu tertidur. Setiap kali tubuh Erik menghentak, aku menjerit sekeras-kerasnya. Yayasan Bunda Erika, aku membacanya di sebuah papan nama di depan pintu masuk bangunan itu. Hatiku terasa sakit dan ngilu. Benar saja, aku melihat Erik berbenah memberesi bajunya dan bergerak menuju pintu. Aku takut dibenci. Tapi, aku tetap tidak bisa beranjak dari sana. Kita akan kedatangan seseorang yang sangat istimewa”, katanya sambil tersenyum hangat. Saat dia melewati barisan anak-anak yang lain, dia tiba-tiba berhenti tepat di depanku.




















