Gila banjir banget lu tadi, tapi enak, hangat!” komentarnya.“Kamu capek Ci? Eemmhh!” tanyaku lirih.“Iya Ci.. Simontok Aku makin gencar memaju-mundurkan kepalaku mengemut benda itu. Sory yah kalo jelek kan baru kali ini”Aku mengamat-amati gambar itu sejenak, harus kuakui hasilnya lumayan, walaupun mukaku terlihat lebih lebar di gambar itu, namun secara keseluruhan sudah ok.Aku tahu dia terus memandangi tubuh polosku sejak tadi, tapi kubiarkan saja dia menikmatinya sambil aku melihat gambarnya.“Hhmm.. Sambil terus menggumuliku, dia menciumiku di mulut, pipi, telinga, dan leher“Ahh-ahh.. Iya tapi omong-omong lu bakal tegang nggak kalo ngegambar pakai model nanti takutnya hasilnya jelek”“Tegang? Ahh.. Ini adalah pengalamanku tahun 2002 lalu yang ingin kubagikan pada para pembaca.




















