“Khristi, boleh aku masuk? Simontok Aku lapar banget. Aku tunggu di luar sini. Bersamaan dengan itu, Kelvin mendaratkan bibirnya di bibirku dan mulai menciumiku dengan panas.Bibirnya turun ke daguku, lalu naik ke kupingku, di sana dia membisikkan, “O… Khrissstie.. Sering pula dia menawarkan aku pergi dinner, untuk yang ini aku sudah mutlak memberikan jawaban tidak.Keesokan paginya, Kelvin menelepon pertama kali untuk konfirmasi lunch dan kedua kali memberi tahu bahwa dia hampir sampai. Aku sadar, ada seorang cowok yang sedang dilanda birahi, aku yang menyebabkannya begitu, dan aku sedang diminta tanggung jawab. Kelvin orangnya tidak jelek, tinggi 180 cm, berat badan proporsional, orangnya luwes, hanya saja perutnya agak berlemak. Sekarang setelah bertemu satu




















