Tiba-tiba pikiran nakal menyelimuti.Kenapa tidak kuteruskan saja persetubuhanku dengan Indun, toh penisnya sudah menancap di vaginaku. Bokep Mama Merah padam karena malu. Sampai-sampai aku kelelehan melayani suamiku. “Bilang ke mamamu, makasih ya”
“Iya bu”, jawab Indun dengan canggung. Aku lalu berdiri mengangkang di depan anak itu, dan memegang dua tangannya untuk menariknya berdiri. Seharian aku tidak dapat berkonsentrasi. Aku benar-benar kaget dan tak percaya. Suamiku malah ketawa-ketawa sambil berdiri di belakangku. Bukan saja karena aku tidak siap untuk punya anak lagi, tapi juga bagaimana reaksi suamiku, bahwa aku hamil dari laki-laki lain.




















