Langsung aku membopongnya dipundakku, membawanya ke toilet.. Vidio Porno “Lapar yaa?”Marissa hanya mengangguk.. “Lapar yaa?”Marissa hanya mengangguk.. Tanpa curiga apa-apa pihak keamanan hanya tersenyum saat aku tiba dan mendorong koperku itu masuk ke lift.. “Mmmpphh.. Tapi hari makin hari mungkin Marissa merasakan sayang dariku meski segalanya berawal dari sebuah penculikan.Namun aku bisa rasakan bahwa dia mulai mencintaiku. Suasana di jalan relatif sepi di Senin malam itu. mmpphh.. Biar pembaca tidak penasaran.. Lepaskan ugh.. Matanya akhirnya aku tutup dengan lakban sebagaimana aku menyumbat mulutnya. Aku mesti ke kantor nich.. Serta merta aku menggenjot tubuh Marissa mulai dari perlahan hingga semakin cepat berirama. Beginilah ceritanya.Waktu itu menunjukkan kira-kira jam 23.00.




















