Mbak Lia tersenyum sambil menatap mataku.“Mengapa?”Aku membisu. Nafasnya mengebu. Bokep Barat Bagian dalamnya juga ditumbuhi tetapi tidak selebat bab atasnya, dan warna kehitaman itu agak memudar. Ia memang menawan alasannya yaitu sepasang bola matanya sewaktu-waktu sanggup berbinar-binar, atau menatap dengan tajam. Aku sendiri sudah termasuk staf senior. Sebelah lututku menyentuh karpet. Sambil tetap mengelus betisnya, kuluruskan kaki yang menekuk itu. Tak ada komentar penolakan. Mbak Lia mengangguk. Pinggulnya terangkat dan terhempas di dingklik berulang kali. Tapi ketika menengadah menatap wajahnya, kulihat bola matanya berbinar-binar menunggu jawabanku.“Saya suka kaki Mbak.




















