Dan bahwa saya keguguran.“Duh, untung kamu masih selamat, Denok… Tapi anakmu…” Juragan bilang itu semua sambil nangis.Beliau bilang teringat istrinya, dan sudah takut saya bakal mengalami kejadian yang sama. Saya nggak bisa apa-apa karena masih lemas. Bokep Korea Saya janji akan kembalikan secepatnya.”Eh, kok Juragan langsung mengantongi segepok uang yang tadi dia hitung-hitung.“Denok,” kata beliau dengan dingin, “Aku ini pedagang, bukan tukang ngasih utang. Sampai nggak tega saya melihatnya. Tapi sekarang, di antara semua pelanggan saya, saya cuma bisa senyum untuk Juragan… Senyum setulus hati. Kain saya tinggal nyangkut di pinggang saja, sementara kedua kaki, betis, dengkul, sampai paha saya sudah dikeluarkan dari bungkusnya, sedikit lagi kancut saya kelihatan!“Rebahan saja, Denok!” suruh Juragan.Saya




















