Bapak bisa kan bantuin Vero,..” Dia mendekat ” Vero bakal nyenegin Bapak dech..” RayunyaJantung tua ini makin, payah, apalagi saat Vero tanpa tendeng aling lagi duduk di pangkuan-ku, bokongnya mendarat di paha kanan-ku, padat dan berisi sesuai dengan yang terlihat,..kedua tangannya langsung memeluk-ku melewati leherku, mesra bergelayut,..payudara indah-nya itu menempel di dadaku, membuatku yakin dia dapat merasakan degup jantung-ku yang begitu kuat berdebar, degup jantung yang makin menderu saat payudara itu bertempel di dadaku yang masih terbalut kemeja tua ini,..Vero tersenyum, mungkin dia dapat merasakan jantungku yang berdebar keras,..“Bapak, relaks ya,..” ,.” Vero yakin pasti bisa nyenegin bapak koq,..” dia tersenyum,..Tangannya menempel di wajah-ku, halus lembut, sesaat kemudian bibir mungil itu




















