Pada pagi hari sesaat sesudah Oom Bonny dan Tante Indri berangkat kerja aku mendekat ke meja makan dengan hatiku yang berdesir-desir. Bokep Cina Gumpalan lendir kental yang besar jatuh kemulutku. Ku ambil piring kecil tatakan cangkir teh dari tumpukkan piring bersih lainnya. Pinggiran gelasnya pasti telah bernoda bibirnya yang cantik banget itu. Duuhh.. Kini aku hanya mengaduk pakaian-pakaian itu untuk mencari celana dalam, kutang dan singlet kotor yang bekas pakai majikanku.Itulah ‘keindahan eksotik’-ku. Aku terbang mengawang.. Kini tangan kiriku mengambil alih apa yang dipegang tangan kanan. Mungkin sepanjang 12 atau 13 cm dengan ujung bawah membentuk seperti dot bayi.Kulihat air mani Oom Bonny ngumpul mengendap nge-gelantung pada dot itu.




















