Lalu hari itupun tiba, aku mengobrol dengan dia di sebuah kafe, untung saja dia belum begitu terkenal sehingga hanya satu dua orang yang mengenali dia. Simontok hihi..” Rahmi tersenyum manis.. Rahmi ku lihat sudah sangat terangsang, dia sejenak memejamkan mata, sambil mendesah2. Ahh.. Tentu aku pun bukan manusia yang suci, aku masih punya gairah seks, satu dua kali nonton bokep. mungkin Rahmi masih menganggapku orang asing sehingga tetap memakai jilbabnya. Kata Rahmi dengan manja. “Kakak.. “Adekku sayang, aku berhasil, sekarang kamu bukan perawan lagi, kamu adalah istriku”… Tangisan Rahmi mulai mereda..










