Hari itu aku berulang tahun yang ke 17. Entah kenapa, tahu-tahu “anu”ku berdiri lagi. Simontok bokep “Nggak ada uang,” jawabku asal-asalan. Tante Ning tersenyum. Yang jelas, kami sama-sama terdiam untuk beberapa saat. Setelah berusaha setia selama 3 tahun menikah, ternyata akhirnya aku berselingkuh, bahkan dengan pembantu (lihat IMAH BABUKU SAYANG 1 & 2). Tante Ning tersenyum. Sambil memandangi dia berjalan ke arahku, aku berpikir, “Ngapain dia tadi masuk kamar?” Aku menemukan jawabannya beberapa saat kemudian, ketika kelihatan olehku kedua puting susunya membayang di balik daster. Obrolan di telepon membuat pikiranku bertambah jorok. Maka aku terus memejamkan mata rapat-rapat, sampai kurasakan Tante Ning mengecup pipiku. Dengan ganas aku menyedot-nyedot puting payudaranya yang kini mengeras




















