“Nah, sekarang, Han. Bokep Jilbab/Hijab Berminat untuk menjadi foto model. Bagaimana aku bisa mengetesmu.” Aku membalikkan tubuh menghadap Adolf. Biasa-biasa aja lah!” Kupikir tak apa-apa lah kali ini. Akhirnya namaku dipanggil juga. Jangan malu-malu, don’t be shy!” kata Adolf sembari memberiku sebuah album foto. Kukenakan kaos oblong tanpa lengan dan celana pendek ketat yang menampakkan lekuk-lekuk pantatku yang begitu menggiurkan. Aku akan mengetes apakah kamu bisa bergaya. “Ayolah, jangan malu-malu!” Sebenarnya dalam hati aku menolak. Ah ini saja. Seumur hidupku, belum pernah aku diperlakukan sedemikian lupa oleh lelaki manapun, dan kini aku harus menyerahkan diriku pada Adolf.




















