non Eliza ini kita ikat dulu di ranjang UKS ini. Selagi aku mulai mengocok dua buah penis itu, wali kelasku yang ternyata bejat ini mengambil posisi di depanku, memintaku mengoral penisnya. Simontok Jangan di situuu…!!” teriakku ketakutan. Kemudian Girno memerintahkan mereka semua untuk kembali melanjutkan pekerjaannya, dan mereka meninggalkanku sendirian di ruang UKS sialan ini. Kini aku tinggal melayani 3 orang saja, namun entah aku sudah orgasme berapa kali. Aku hanya bisa mengerang tanpa berani menggeliat, walaupun aku merasakan sakit yang bercampur nikmat. non Eliza ini.. Itu air sudah bapak campurin obat cuci perut kan? Tapi mulutku terasa penuh, dan ketika aku mengulum ngulum penis itu, Urip memompa penisnya dalam mulutku, sampai




















