“Sama dong, gue juga habis nyoba rekomendasi temen”.Detik ketika mata laki-laki itu menatap ke arahnya, ibarat petir di siang bolong bagi Cinta. Bokep Montok Sekilas dilihatnya jam di dinding hampir menunjukkan pukul 1 siang. Semua yang tadi Om tawarin itu adalah tulus karena kamu adalah sahabat baik anak Om, itu gak akan berubah walau kamu menolak sekalipun…”, Om Ridwan menelan ludah. Ia sendiri sudah cukup tersiksa apabila kejadian itu tidak segera terselesaikan. Paling tidak disaat yang sama ia mendapat pahala karena menghilangkan rasa penasaran laki-laki itu, sekaligus memberikan sedikit ‘pelajaran’ atas kenakalannya. Ia sama sekali tidak pernah memberitahukan nomor ini selain kepada pelanggannya. “Bye”. “Ya gitu deh Om”. Cinta pun berjalan kearahnya.




















