“Thanks ya, Vi”. Semua terheran-heran melihat Evi langsung membuka pintu dan lari keluar.Bukankah paerjalanan masih jauh? Bokep SMA aku sangat membutuhkan kasih sayang kalian berdua. aku sangat membutuhkan kasih sayang kalian berdua. Tiba-tiba aku menangkap sorot mata Evi yang begitu marah, menghujam di hadapanku. Kami mulai gelisah hingga hanya menggesek-gesekkan kaki kami satu sama lain.Nafas Tia mulai turun naik tidak terkendali. Aku dan Tia memilih untuk sembunyi di kamar. Memang sih, secara fisik, Tia memang jauh di atas Evi, tapi mengapa perasaanku cenderung memilih Evi? Tiba-tiba aku menangkap sorot mata Evi yang begitu marah, menghujam di hadapanku.




















