Ah.. Kami masih bicara ke sana ke mari, sampai akhirnya kami merasa mengantuk. Simontok Ia terkejut dan dengan halus menarik tangannya.Sekilas kulihat jarum pendek sudah melewati angka sembilan. “Kita ngobrol lagi aja yuk,” ajakku. Nafsu amat sih..” Kubuka celana pendeknya dan kutarik sekaligus dengan selana dalamnya. Rasa penat masih terasa di badanku. Tabat Barito ya!” pujiku. Akh.. Kucium bibirnya dengan ganas. Aku tersenyum sambil melirik pada payudara Della. Ouchhggakhh,” Kurebahkan tubuhku diatas tubuhnya dan kupeluk dengan rapat. Anto.. Akh.. Toh aku tidak berniat memacarinya. “Ini Jakarta Non, saya ke kamarmu ya?” kataku dengan nada setengah memaksa. Belum Mas, mataku tidak bisa terpejam.




















