Kamarnya kecil dan pengap. Saya kaget. Simontok Lalu terus ke bagian pinggang. Hanya saja, karena suami saya itu sering pulang tengah malam, tentu saja ia tampak capek bila sudah berada di rumah. Tulang-tulang terasa mengejang. Kaki saya yang menerjang kemudian digumulnya dengan kuat, lalu dibawanya ke atas. Saya rasa ada getaran yang menghentak-hentak. Sesekali ia menyeruput secangkir kopi yang ada di atas meja.“Oh begitu ya. Reinaldo, suami saya, bahkan tidak pernah menyentuh daerah pribadiku dengan mulutnya. Dua orang anaknya sudah berumah tangga, sedangkan yang bungsu sekolah di Bandung. Saya pakai becak saja,” katanya.Esoknya, Reinaldo sengaja pulang kerja cepat.




















