Untuk medical drama Tyas Colmek Dua Jam Becek Lemes, ulasan ini menilai akurasi, ketegangan UGD, dan kisah pasien. Plus: pemeran kuat, OST emosional. Simontok Minus: jargon teknis banyak. Cocok untuk penonton yang suka emosi di balik rumah sakit. Klik untuk mulai.
“Eh.., Mas tadi kutipu, pura-pura sakit, habis Mas kelihatannya cuek saja”, sambil dia senyum nakal menggoda. egh hhgeehh… Mas.” sambil dia aku perhatikan pantat, paha, perut dan kakinya seolah kejang seperti kesakitan tetapi aku sangsi kalau dia sakit, dan malahan kepalaku dia tekan kuat ke selangkangannya sambil terus berteriak “hehehggheh ahh… ehhehh… huhh… mass… aku.. Maka yang pertama aku tuju adalah kamarku. Brengsek juga nih anak batinku, nekat juga ngerjain aku. Maklum kamar indekost dengan tempat tidurku yang seadanya dan pas-pasan yang pasti kurang pas untuk kegairahan petting yang memuncak di pagi itu.Dengan leluasa tangan kami saling bergerak ke buah dada, penis, puting dan satu hal selama ini yang jadi obsesiku




















