Lama kami terdiam.“Kamu banyak diam ya”, katanya.“Eh..oh, iya”, kataku kaget.“Mau ngobrolin sesuatu?”, tanyanya.“Ah, enggak, pingin nemeni mbak Dewi aja”, jawabku.“Ah kamu, ada-ada aja”“Serius mbak”“Makasih”“Restorannya gimana mbak? Bokep Tante Mungkin hubungan yang kami rasa sekarang mulai canggung. Aku sedikit demi sedikit mencoba akrab dan mengenalnya. Kami akhirnya hidup bahagia, dan aku punya dua anak darinya. Mbak Dewi mencoba melepaskan pelukanku.“Maaf wan, mbak perlu berpikir”, kata mbak Dewi beranjak. Aku mau meledak. Aku bisa habiskan waktu seharian di rumah. Jadi tadi mbak Dewi ke kamar ganti baju sambil melepas CD-nya.“Nggak perlu heran Wan, mbak juga ingin ini koq, mungkin inilah saat yang tepat”, katanya.Aku lalu benar-benar menciumi kewanitaannya.




















