Hingga mampu menyeret bibir kami berdua untuk saling bertemu.Lembut, harum dan rasa-rasa yang gak mampu lagi aku terjemahkan ke dalam kosa kata yang ada di dunia ini, untuk menggambarkan apa yang saat ini aku rasakan. Lidahku menelusup liang vaginanya, lalu kembali menjilati sisi-sisi vaginanya. Simontok Setelah puas bermain di kedua payudaranya, bibirku turun ke perutnya, menjilati pusarnya yang imut. Beberapa detik kemudian kaca mobil terbuka, lalu Sava menyodorkan selembar uang seratus ribu kepadaku.“Gak usah nona,” aku tersenyum seraya menggeleng.“Tapi aku ikhlas.”“Aku juga ikhlas kok melakukan hal kecil seperti ini,” yeah sangat ikhlas Sava, andai kamu tau ada hal besar yang telah aku lakukan untukmu, tapi…..Sava masih memandangku penuh keheranan, menarik kembali uang




















