hari ini kami sekeluarga berniat mengadakan acara makan siang bersama dirumah mbak Dina. senyuman nakal kembali terlontar dari bibirnya. Simontok tanganku tak kuat memegangnya. tanpa sengaja kaki mbak Dina menginjak serpihan piring yang pecah.Telapak kakinya berdarah. dan menggigit putingnya. kami sepakat bahwa hubungan kami hanya sebatas pelepasan hasrat seksual semata, tak lebih. aku sungguh menyayangi kakak iparku ini. aku tak memikirkan istriku. kan ada mbak Dina”“iya, nggak apa-apa anak-anak disini. matanya terpejam, desahannya terlontar. tanpa sengaja kaki mbak Dina menginjak serpihan piring yang pecah.Telapak kakinya berdarah.










