Secara kontinyu Nita melakukan terus menerus.Clooss…….Cloooooos…….Cloooooossss………. Pelir Bahri tetap tegak seperti kayu.Sebaliknya papa tidur menelentang….. Simontok kalau tidak tentunya ……. bisik Fachdat pelan. Ia dapat menerka apa yang tengah dihadapi Nita dikala itu.Iya ! Begitu selesai kencing, batang pelirnya ia goyah goyahkan. Cepat cepat ia mengambil batang pelir Fachdat yang masih tertancap diduburnya dan kemudian ia masukan kelubang nonoknya.Bleeessssss….. Nita menggeliat geliat menahan nikmat. Setelah selesai membenahi tubuhnya, rambutnya ia sisir rapi, sehingga tidak ada tempat kecurigaan di mata pembantu itu.Anak kunci diputar Nita, lalu ia tekan gagangnya. Di percayakan dengan milik sendiri kan lain, Nit!Yah…..terserah kamu lah potong kemu-dian, Sudah punya putra berapa sekarang? Nita masih belum juga puas.




















