“Oh.. Bokep Tante Yang tak lama aku bergegas menyetop taxi yang sedang lewat di depan kita. “Diet, kalaupun banyak cowok yang mengejar-ngejar aku, aku punya hak juga khan buat menolak?” tanyanya lagi. Setelah selesai aku menyanyikan lagu itu, bersamaan juga saat aku bersama grupku mendapat kesempatan untuk break di session pertama. Betapa beruntung aku bisa duduk berduaan di dalam taxi dengan seorang gadis cantik yang begitu banyak di dambakan oleh setiap cowok yang ada di kampus. Ananda sempat terpaku, ketika melihat diriku tersenyum dari atas panggung. Aku hanya terdiam mendengar penjelasannya, sambil tersenyum lembut menatapnya. “Semua itu benar adanya, apalagi dengan kamu memberikan sebuah lagu romantis buat diriku saat malam tadi” dengan lembut




















