Aku membuka selot dan membuka pintu. Demikian cantik. Bokep Mama Aku balik menyerangnya, menggumulinya dan memberikan semua yang ia ingin dan ia mau. Suaranya empuk dan meneduhkan.“Ya, rumah ini dulu rumah Pakde saya. Aku yang membukakan pintu. Lilinku habis.Dan aku jadi ketakutan mendengarkan suara hujan dalam gelap,” kata Mbak Marissa. Tiba-tiba saja Mbak Marissa menarik kepalaku dan membenamkan dadanya ke wajahku.Dibantunya mulutku menemukan puting merah muda itu. Aku yang membukakan pintu. Sudah biasa ditinggal pergi Mas Fredi,” ia menatapku tajam, mengerling sekilas dan berbalik meninggalkanku.“Sudah, ya, aku balik dulu” ia pamit. Mbak Marisa mengerling dengan senyum semanis brownies itu, dan menghilang di balik pintu.Seminggu kemudian, sore itu mendung mulai menyergap, dan pada malam




















