Sesaat aku tersentak kaget, tak menygka kalo Lidya akan seberani itu. Bokep Tante Sementara bagian bawah badanku semakin menegang serta berdenyut.Entah berapa kali dia membisikkan kata di telingaku dgn suara tertahan akibat hembusan napasnya yg memburu seperti lokomotif tua. Bahkan Mbak Indira menjanjikan macam-macam agar aku tak terus menangis. Tak terlihat ada pesta. Kali ini bukan hanya mengecup, namun dia melumat dan mengulumnya dgn penuhl gairah. Karena terus-menerus memuji dan membuatku bangga, dgn hati dipenuhi kebanggaan aku meminjaminya. Tiba-tiba saja Lidya. “Cinta..?” aku mendesis tak mengerti.Entah kenapa Lidya tersenyum. Apa saja yg aku inginkan, pasti dikabulkan. Perlu diketahui, aku memperoleh anjing itu dan Mas Herlambang, suaminya Mbak Indira. Aku benci dgn semua orang




















