Aku mulai membiasakan diri selama beberapa menit hingga bisa duduk di bawah pancuran mata air panas. Kini dia menyentuhkan tangan ke arah selakanganku agak gemetar. Bokep Tante Pendegaranku tadi juga sayup sayup dan sekarang benar benar jelas. Kan kita sama-sama punya kontol.”Sentot mendekat lagi. Sinar yang menerobos masih cukup untuk menerangi, sekedar tahu ada orang atau tembok.Udara dingin sekarang lebih terasa saat kubuka helm yang melindungi kepalaku. Mungkin dia malu karena kontolnya pendek lain dengan punyaku. SATU. Kan kita sama-sama punya kontol.”Sentot mendekat lagi. Ini sepertinya polisi atau tentara jawa kuno.“Apa salahku?” ucapku dalam bahasa sepertinya bahasa jawa kuno.




















