Lantas akupun berlutut di sampingnya, mengocok penisku. Gini deh. Simontok Jariku meraba bagian bawah celananya, basah. Paginya aku membeli dua bar coklat Swiss di hotel, aku minta dibungkus sebagai bingkisan, dan aku berikan padanya. “Aku mau mandi berendam dulu, biar tidurku gampang”, katanya. Dia banjir. Aku serang lagi vaginanya dengan mulut. Ternyata TV masih nyala. Aku ciumi pusarnya. Aku bangun, melepas jeans-ku, aku gantungin di lemari, lalu berbaring dan berselimut, cuma memakai CD dan kaos dalam berlengan. Akhirnya hidungku sampai pada CD-nya.




















