Aku buka kamar mandi dan langsung jongkok menenangkan hati.Tak lama kemudian Damar masuk kekamar mandi.“Siapa Mar?” Tanyaku.“Omi. Damar tak sabar, dia membalikkan posisi dengan aku dibawah. Bokep Mama dengan basa basi dia menanyakan keadaanku.Hmmm, aku pikir ini kesempatanku untuk happy-happy. Kenapa nggak aku terima saja ajakannya.Akhirnya entah dari mana awalnya, aku dan Damar sudah berciuman. Daripada jenuh di rumah. Semua dengan kegiatan masing-masing. Itu aja?” Kataku.“Gak lah Be. Telpon teman sana sini, tapi semua pada sibuk. Damar memasukkan kembali penisnya. Semua dengan kegiatan masing-masing. Kadang aku jengkel dan merasa tak adil punya teman yang egois sendiri.




















