Tanpa terasa bulir-bulir air mataku jatuh, karena begitu sesaknya hati ini mendengar jawaban bondan barusan. Simontok Betapa gugupnya aku saat ini.“Lo kenape sih. Cuuppp…eehhhh..mmmmhhh… Hampir 5 menit kami berbicara lewat ciuman kami. Sesaat aku dibuatnya mematung, namun itu tak berlangsung lama. “Selamat ulang tahun, blaaa blaaa blaaa…..” Kurang lebih seperti itulah bunyi dari berbagai pesan masuk di smartphone ku. Aku memilih mengasingkan diri ke sebuah hotel di kawasan kaliurang.“Aku yang lemah tanpamu
Aku yang rentan karena
Cinta yang tlah hilang darimu, yang mampu menyanjungku
Selama mata terbuka
Sampai jantung tak berdetak
Selama itu pun aku mampu untuk mengenangmu”Kuputar lagu untuk menemaniku dalam dunia lamunku sekarang sembari menunggu kedatangan temanku, Dewi.










