Hanya 5 hari setelah dia datang ke rumahku dia sudah berani mengucapkan kata cinta, yang saat itu sudah hambar di bayanganku. Simontok Kami pun segera berdekap erat, saling meraba, dan saling membuka baju. Mama ikut meminjamkan gaun yang langsung kutolak. Aku tidak menuntut banyak dari seorang Arry, bahkan ketika aku menceritakan semua yang kualami aku mencoba tidak berharap dia akan bertahan di sisiku.Tetapi setelah dia pergi, rasa sakit itu muncul. Hanya dengan jeans dan sweater merah muda aku merasa tidak berbeda dengan teman-teman yang lainnya.Pada saat aku datang seorang diri aku menangkap adanya pandangan yang aneh dari ujung, seorang pemuda yang berlipat tangan dan duduk seenaknya tidak melepaskan pandangannya kepadaku.










