Entah bagaimana awalnya namun yang aku tahu lelaki itu sudah menindih tubuhku dengan tanpa busana. Aku menangis.., aku sudah tidak perawan lagi! Simontok bokep tanyaku dengan sedikit heran. Aku benarbenar dijadikannya pemuas nafsu yang benarbenar tak berdaya.PakToyo kuat sekali. Jantungku berdebar keras sekali dan aliran darahku terasa amat cepat. Malu, benci dan takut bercampur aduk dalam hatiku. Sorenya aku sengaja pergi dengan berbagai alasan saat Pak Herman menjemput ibu pulang.Namun meski aku sudah berusaha untuk terus menghindar, peristiwa itu toh terulang lagi. tambahnya dengan suara serak.Sekali lagi aku terperangah. Siang itu ibu menyuruhku mengambil beberapa barang di rumah Pak Herman karena persediaan di kios habis. Selama hidup sampai meninggal ayah bahkan belum pernah




















