Kuambil baby lotion, lalu kembali menghampiri Prima sambil berkata,“Buka celana pendek dan celana dalammu sayang…” Prima menatapku dengan sorot sangsi. Maka terjadilah proses pendek tapi bermakna besar bagi kenasibanku ini. Bokep Jepang Doain biar bisa lolos ke grand final yaaa….!”
“Iya, iya…bunda doain…,” sahutku sambil tersenyum,
“Terus kalau jadi juara, hadiahnya apa ?”
“Nggak tau. Hanya kota kecil yang belasan kilometer jaraknya kalau mau menuju kota besar. Cucun bertugas mencuci pakaian serta menyetipsa. Dan nafas Prima mulai terdengar tak beraturan. Bukankah cowok 18 tahunan itu telah kuanggap anak sendiri ? Kenapa sikap Prima jadi berubah begitu? Yadi pun tidak mau mengganggu gugat segala harta benda yang telah diberbaginya padaku.Ia cuma menyarankan supaya kedua rumah kosku itu




















